A Family Story


Saya adalah seorang ibu rumah tangga yang sehari-harinya mengemban amanah sebagai Ketua Dasawisma di kawasan Rumah Dinas Angkatan Laut Lantamal V Tebel Gedangan. Sedangkan suami merupakan kepala bagian Provost di Kompi Markas Brigade Infanteri 2 Marinir Surabaya.







Kami dianugerahi Alloh tiga anak. Anak pertama bernama Muhammad Zidan Syahreza. Usianya kini 8 tahun dan sedang menimba ilmu di salah satu pesantren tahfidh di Ponorogo. Anak kedua bernama Muhammad Maher Mubarok. Di tahun keempat usianya saat ini ia sudah menempati kelas TK A di Karangbong. Anak paling bungsu berusia 2 tahun. Namanya Fatimah Qudwah Mumtaz. Sekarang ia sedang memulai masa penyapihan.








Keluarga kami merupakan keluarga besar abdi negara. Ayah kandung saya merupakan salah satu veteran sekaligus purnawirawan Angkatan Laut dan kini menjabat sebagai Ketua Lembaga Ketahanan Masyarakat Desa (LKMD). Sedangkan ayah mertua adalah pensiunan yang dahulunya beliau menjabat sebagai kepala bagian di Kantor BKKBN wilayah Ngawi.







Kami dibesarkan dengan sudut pandang dan pengalaman yang tak jauh berbeda. Berperan dan berkontribusi aktif di lingkungan masyarakat maupun organisasi yang kami ikuti seolah mendarah daging di garis keturunan keluarga. Visi misi keluarga kami adalah 'berpikir dan bergerak untuk membangun keluarga yang Rahmatan lil alamin sebagai salah satu aset kebangkitan umat Islam'.

Menyikapi Musibah dengan Positif

Seperti yang saya alami beberapa minggu yang lalu, rumah saya sempat terendam banjir setelah diguyur hujan dengan intensitas tinggi selama beberapa jam. Terkikisnya resapan tanah akibat berkurangnya penghijauan mungkin juga bisa jadi penyebab lain dari banjir tersebut. Ya, areal persawahan di kawasan tempat tinggal saya bahkan nyaris nol, tergantikan dengan bangunan-bangunan modern masa kini.
Saat hujan deras sore itu, saya sedang asyik bercengkrama dengan anak-anak dan juga suami tercinta di ruang keluarga. Awalnya saya menikmati suasana sejuk hawa hujan. Satu jam berlalu, rinai hujan semakin lama semakin deras. Karena penasaran, saya coba menengok jalanan di depan rumah. Saya mendapati genangan air agak tinggi tapi saya dan suami tenang-tenang saja karena tak terbersit pikiran bahwa genangan air akan masuk ke dalam rumah. Kami mengira hujan sebentar lagi pasti reda.
Namun,
perkiraan kami ini tak sesuai dengan kenyataan.
Hujan deras terus mengguyur kawasan Sidoarjo hingga hampir dua jam bahkan lebih. Yap, saya dan keluarga terjebak banjir.
Saya terkejut saat air mulai naik dan masuk ke teras rumah. Dan ternyata air juga menyerang masuk ke dalam rumah dari arah dapur. Panik, suami langsung memindahkan dua kasur besar juga perabot lain. Saya fokus menggandeng Maher dan menggendong Fatimah sambil menyiapkan baju-baju dan peralatan ke dalam tas untuk persiapan mengungsi.
Kemudian, suami lekas membawa saya dan anak-anak keluar dari rumah menggunakan mobil. Saat itu, air hampir setinggi ban mobil dan hampir masuk ke dalam bodi mobil.
Kami mengungsi selama beberapa hari di rumah orangtua saya yang jaraknya sekitar 15 menit dari rumah kami. Kami memilih mengamankan anak-anak terlebih dahulu di rumah nenek kakeknya. Sementara suami sibuk mencari tukang untuk membersihkan dan memperbaiki rumah pasca banjir.
Sebenarnya ini kali ketiga banjir menyapa komplek perumahan saya. Namun bagi saya pribadi, ya baru kali ini saya merasakan langsung bagaimana rasanya terjebak banjir karena dua kali banjir lalu, saya sedang berada di luar rumah.
Selang beberapa hari pasca banjir, saya dan anak-anak kembali ke rumah yang sudah dibersihkan dan ditata sedemikian rupa oleh suami tercinta. Dan yaa.. banyak perubahan yang saya temukan. Tak ada lagi kursi sofa dan buffet TV sebab sudah berpindah tangan. Lemari-lemari pun berubah tempat. Rumah jadi terasa lapang. Namun, setumpuk barang teronggok di hampir tiap pojok ruangan. Kata suami, itulah barang-barang yang bisa diselamatkan, yang lainnya basah karena terkena banjir.
Jadilah saya mulai menyingsingkan lengan baju, kemudian kembali menata rumah dengan semangat 45. Tak sedikit saat proses pemilahan itu, saya menemukan benda-benda yang mengandung memori indah juga lucu yang kemudian saya kenang kembali bersama suami dan kami memutuskan untuk tetap menyimpannya. Adapun barang-barang yang sudah lama tak terpakai tapi masih berfungsi dengan baik, kami tawarkan ke teman-teman sebagai barang preloved. Dan yang lainnya, ada yang kami berikan ke tukang rombeng yang lewat depan rumah, ada juga yang kami langsung buang ke tempat sampah.
Adapun salah satu hikmah yang bisa saya petik dari musibah banjir ini adalah MENYIKAPI MUSIBAH DENGAN POSITIF karena segala sesuatu yang terjadi di bumi adalah kuasa Alloh. Sebagai makhlukNya, kita harus percaya dan yakin bahwa Alloh tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ketika kita mendapati musibah, harusnya kita koreksi diri. Apakah ibadah kita sudah sesuai tuntunan AlQur’an dan Hadits? Apakah ada harta yang belum kita bersihkan? Apakah ada hak-hak anak yatim yang belum kita tunaikan? Apakah ada hati-hati orangtua yang tak sengaja kita sakiti? Apakah ada perasaan-perasaan yang kita lukai tanpa kita sadari?
Koreksi diri kemudian bertaubatlah. Sejatinya, salah satu bukti Alloh masih mencintaimu adalah dengan memberimu musibah agar kita tetap memohon kepadaNya, hanya kepadaNya
..bukan kepada makhluk selainNya.

Event IIP : Ramadhan Ceria Berbagi Bahagia



IMG-20190512-WA0022
Alhamdulillah..
Ini pertama kalinya aku ikut acara RBB Playdate SuJo yang berkolaborasi dengan Tim Sejuta Cinta Ibu Profesional Surabaya Raya.
Temanya ‘Ramadhan Ceria, Ramadhan Berbagi’
Lokasinya di Waroeng Kauman Jl. Pagesangan, seberangnya Masjid Al Akbar Surabaya.
Kali ini aku hanya mengajak Maher, anakku yang nomer dua. Si bungsu Fatimah biar main di rumah uti akungnya. Hehe..
Kami tiba di lokasi sekitar jam tiga sore. Sementara suami cari parkir, aku dan Maher segera ke venue yang terletak di lantai dua. Suasana udah lumayan rame anak-anak dan terlihat beberapa mbak-mbak panitia menyiapkan acara. Suami nyamperin aku di lantai dua, tak lama kemudian beliau minta nunggu di masjid aja.
Setelah mengisi daftar hadir, lanjut bantuin panitia meski cuma beberin tiker. Lanjut salaman ke teman-teman baru, yaa sambil kenalan gitu lah. Kalo panitianya sih ada yang beberapa kali jumpa jadi ya ga asing gitu.
Acara dibuka oleh MC Mbak Tanzil dengan berdoa terlebih dahulu, berharap semoga acaranya lancar jaya.
Lalu tibalah sesi kompetisi membuat bingkisan parcel yg nantinya diserahkan kepada anak-anak yatim. Maher juga ikut bantu guntingin selotipnya lho. Lucunya, salah satu isian parcelnya kan ada susu kotak. Dia kira itu susu buat dia, hampiiirr aja diminum. Ahahaha.. Tapi Alhamdulillah, diberi penjelasan sedikit, dia akhirnya faham bahwa semuanya nanti bakal dikasih ke teman-teman yatim.
Oiya, bahan-bahannya sih udah disiapin sama panitia, jadi kami tugasnya cuma nyusun aja biar jadi chantique..
Selesai.. Terus hasil rangkaiannya dijejer di depan.. Hmm, aku mau fotoin hasil merangkai parcel ala ala mama dan Maher tapi lupa eh..
Setelah kelar urusan rangkai-merangkai parcel, sambil menunggu rundown berikutnya, mbak Tanzil dan Mbak Citra bagi-bagi banyak hadiah. Selepas itu kami menyambut kedatangan tamu agung yaitu para anak yatim dengan bersama-sama membaca shalawat dipimpin oleh MC. Dilanjut dengan sesi mendongeng tentang Singa dan Tikus yang dibawakan oleh Kak Nafisa dan boneka lucunya, Chicha. Seruu ceritanya, ekspresinya bagus bangett. Anak-anak terlihat asyik menyimak. Di akhir sesi mendongeng, Kak Nafisa juga bagi-bagi bermacam hadiah bagi yang bisa menjawab pertanyaan darinya.
IMG-20190512-WA0007
Acara ditutup dengan sesi perfotoan dilanjut dengan persiapan jelang berbuka bersama. Hmm.. So speechless. Rasanya syahdu. Bersama-sama menanti adzan Maghrib. Alhamdulillah wa syukru lillah.
20190512_172650
Acara hari ini sungguh sangat berkesan. Sungguh bikin aku ketagihan pengen ikut playdate lagi.. Maher juga seneng bangett bisa ketemu teman-teman baru dan main bersama.
Terimakasih banyak buat para panitia penyelenggara..
Semoga Alloh balas dengan kebaikan dan pahala berlipatganda.
Allohumma aamiin..
IMG-20190512-WA0013